إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Ada kalanya semesta sengaja berhenti sejenak, menahan napasnya, untuk mengingatkan setiap insan akan hakikat kefanaan. Dalam pusaran kesibukan dunia, sebuah kabar datang menyentak jiwa, memaksa kita merenungi kerapuhan ikatan dengan alam fana ini. Telah berpulang ke Rahmatullah, sosok wanita mulia, permata keluarga yang terhormat, Syarifah Zainab binti Sayyidil Walid Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf.
Informasi Utama
- Nama Lengkap: Syarifah Zainab binti Sayyidil Walid Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf
- Hari Wafat: Jumat, 27 Maret 2026
- Waktu Wafat: Pukul 14:50 WIB
- Suami: Habib Sholeh Bin Muhammad Baghir Al Atthos
- Rumah Duka: Majelis Ta’lim Al-Afaf, Jalan Tebet Utara No. 2B, Jakarta Selatan
Kabar duka yang menggetarkan cakrawala Jakarta ini menyisakan kesedihan mendalam di hati para pecinta Ahlul Bait Rasulullah SAW. Almarhumah merupakan putri dari seorang ulama kharismatik, Sayyidil Walid Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, yang namanya terukir dengan tinta emas dalam sejarah dakwah.
Kabar ini, yang diumumkan secara resmi oleh Majelis Ta’lim Al-Afaf, adalah panggilan ruhani bagi ribuan jamaah dan murid untuk bersama-sama melantunkan doa-doa terbaik. Kepergian Syarifah Zainab adalah sebuah ruang kosong yang tiba-tiba menganga dalam konstelasi para shalihat di ibu kota.
Langit Tebet Berduka di Majelis Al Afaf
Di Jalan Tebet Utara No. 2B, berdiri sebuah oase ruhani yang dikenal sebagai Majelis Al Afaf. Tempat ini bukan sekadar bangunan fisik; ia adalah denyut nadi spiritual bagi komunitasnya. Pada hari Jumat itu, udara yang biasanya dipenuhi semangat mencari ilmu kini sarat dengan rasa kehilangan yang khusyuk.
Majelis Al Afaf, yang menjadi saksi bisu perjalanan hidup, kini menjadi pusat duka cita, tempat di mana air mata para pecinta mengalir deras. Rumah duka yang bertempat di majelis adalah simbol bahwa almarhumah, hingga akhir hayatnya, berada di jantung umat yang mencintainya. Kepergian seorang Syarifah dari lingkungannya adalah laksana tercabutnya sebatang pohon rindang yang selama ini menaungi banyak orang.
Doa untuk Almarhumah
Kini, tugas kita yang ditinggalkan adalah meneruskan warisan takwa dan mengiringi kepergiannya dengan senjata terkuat seorang mukmin: doa. Mari kita basahi lisan dengan untaian permohonan tulus untuk almarhumah:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah pintu masuknya, dan sucikanlah ia dengan air, salju, serta embun. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, serta pasangan yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu, dan lindungilah ia dari siksa kubur serta azab api neraka.”
Amin ya Rabbal ‘alamin. Selamat jalan, wahai permata Ahlul Bait. Doa kami menyertaimu.